Sunday, 4 June 2023

KAMAR

Kamarnya berantakan. Jejak kaki kita tidak bisa terlihat di lantai kamar itu. Penuh plastik kemasan, buku, botol, alat tulis, sampah bahkan 'kue jepang'. Permukaan kasur tidak mungkin terlihat. Tertutup buku dan pakaian kusut. 

Tidak terbayang, kamar itu pernah menjadi milik wanita yang kini bersamaku sekarang.

Kamarnya rapi. Jejak kaki dan permukaan kasur pun bisa terlihat. Kamar itu adalah miliknya.

Berawal dari pertemuan dengan Sang Pencipta.
Pepatah lama berkata kamar seseorang adalah cerminan hati orang tersebut.

Kupandang isi kamarku. Aku harap dapat bertemu juga dengan Sang Pencipta. Sebelum kamarku menjadi sebuah 'kamar kosong'.

Wednesday, 3 May 2023

Sehat Obyektif

Mama C.C. seorang yang tangguh. Aku teringat kisahnya harus berjalan beberapa kilometer untuk menghemat ongkos pulang-pergi. Masih banyak lagi kisah mengharukan dan menginspirasi dari mama C.C. Sosok yang kukagumi, sosok yang dulu menyelamatkanku, sosok yang menjadi panutan imanku ke Tuhan.

Aku menelepon dia setelah sekian lama. Aku keluarkan pikiran negatif dan perasaanku tentang kejadian yang sudah lama berlalu (tapi mengganggu pikiranku). Aku merasa dia jutek ketika kami menjenguknya saat sakit parah, aku merasa minder dan berpikir apakah karena aku ga bisa menghibur seperti lainnya.

Coba perhatikan berapa banyak kata 'Aku' 

Mama C.C. hanya tertawa. Dia menjelaskan keadaan badannya sangat sakit saat itu. Untuk tertawa/bahagia dia tidak bisa karena memang sedang sangat sakit. Dia sangat ekspresif, apa yang ada di hati tersampaikan lewat mimik. Dia senang dijenguk dan ga ada sama sekali berpikiran apa-apa tentang aku. Memang sedang sakit banget, untuk sukacita susah.

Dia bercerita kalau ada beberapa orang juga yang terganggu dengan mimik wajahnya. Pernah dia sedang hamil muda, mobil yang ditumpangi lewat di jalan yang tidak rata. Hatinya cemas karena kondisi dia rawan. Sampai tujuan, pikirannya masih ke janinnya. Beberapa merasa terganggu dengan ekspersinya tanpa bertanya 'ada apa?' Dan benar saja, dia keguguran....

Mama C.C. menasihatiku untuk lebih sehat secara emosi dan berpikir objektif. Tidak semua kejadian berfokus ke 'aku'. Belajar melihat sisi orang itu, membaca keadaan sekeliling. Belajar bertanya/konfirmasi dulu sebelum melabel.

7esl.com _ Difference between Objective vs. Subjective

Sejak itu aku benar-benar belajar untuk membaca keadaan dan melihat dari sisi orang tersebut. Ketika aku merasa ada yang jutek, aku bukan langsung menyalahkan diri, tapi mencoba memahami dia kenapa (mungkin lagi lelah/ teringat dulu dia pernah cerita lagi ada masalah). Berpikir 'tidak semua karena aku', 'aku bukan pusat dunia'.😁 Mengamati dia jutek ke aku hanya sekali waktu itu atau sering. Berani bertanya 'sehat? atau are you okay?' Ketika aku merasa diperlakukan berbeda, aku belajar melihat situasi kondisi saat itu. Berusaha mengalihkan ke pikiran yang benar. Contoh : kenapa ya aku ga dikasih makanan tapi dia dikasih? Oya jelas mereka patungan beli itu makanan.πŸ˜‚

Hari-hariku lebih tenang 🌿🌼 Ga gampang sakit hati, ga banyak pikiran, melakukan apapun juga ga beban. Berdewasa πŸ’—

Terus berproses menjadi baru. Belum sempurna, tidak apa-apa selama masih bisa hidup dan otak hidup. Thank God and mama C.C. God bless!

Friday, 7 April 2023

Tenang, Nanti Bisa Dijemur Lagi

Gimana rasanya ketika jemuran Anda sudah mau kering, ditempel jemuran basah? Jemuran Anda sampai bisa diperas lagi airnya. Benar-benar ingin πŸ’’πŸ˜‘πŸ”₯. Hari ini aku sangat marah sekali dengan seorang (sesama) penyewa. Menurutku tindakannya sangat **lol sampai aku meninju jemurannya.

Creator: Alphotographic | Credit: Getty Images/iStockphoto

Aku menceritakan ini ke seorang saudari karena dia juga mengalami masalah di jemuran. Ada kalimat sederhana yang membuatku πŸ†’ adem.

"Tenang nanti bisa dijemur lagi."🧯πŸ”₯🍨 

Aku jadi berpikir, 'Betul juga, basah tinggal jemur lagi. Kotor tinggal cuci lagi. Pakaian masih bisa dijemur/dicuci lagi, tapi perkataan menyakitkan bikin hati orang kalau sudah luka πŸ–€ membekas seumur hidup. Siapa yang bisa sembuhin?' Jika aku akan meledak, kalimat itu mengingatkanku berpikir lebih sederhana dan mempedulikan orang lain juga.

Thanks sis! 😁